Amalan Sunnah Nabi Di "Malam Jum'at" Yang Sesuai Dalil Shahih

KangSodik.Com - Sunnah pada malam "Malam Jum'at" dimasyarakat sangat identik sekali dengan sebuah kegiatan yang tertentu didalamnya. Ada semacam kesalahpahaman dan juga salah kaprahnya mengenai amalan-amalan sunnah di waktu malam dan termasuk hari Jumat. Dan menurut sebagian besar para a'lim ulama bahwa tidak pernah ada satu kalimat pun dari ayat Al-Qur'an dan juga Al-Hadits yang shahih menyebutkan secara gamblang, bahwasanya kegiatan yang tertentu tersebut merupakan bagian dari amalan sunnah Nabi di "Malam Jum'at" atau suatu amalan khusus yang dianggap sunnah dan dilakukan pada "Malam Jum'at".

Tilawah Quran Surah Al Kahfi Di Malam Dan Hari Jumat

Namun yang rojih ialah hadits mengenaii sunnah Nabi berupa dianjurkan mandi besar sebelum berangkat ke masjid untuk melaksanakan ibadah "shalat Jumat" yang diwajibkan khusus hanya untuk laki-laki. Dan mungkin adanya hadits tersebut yang kemudian dihubung-hubungkan pada kegiatan yang tertentu ketika memasuki waktu "Malam Jum'at". Padahal sangat jauh sekali pengertian yang terkandung dalam hadits tadi. Hal ini diakibatkan karena sebuah pemahaman yang keliru bahkan menyimpang tanpa bertanya kepada ahlinya atau membuka dan membaca kita-kitab para Ulama yang faqih.

Ini yang amat sangat super berlebihan, banyak sekali beredar pemahaman menyimpang yang menyebutkan bahwasanya kegiatan yang tertentu tersebut dilakukan pada "Malam Jum'at pahalanya sama dengan kita membunuh sejumlah orang Yahudi. Para A'lim Ulama pun dengan tegas membantahnya, karena menuru mereka dengan segala kefaqihan ilmunya dan pastinya telah memulajamah kitab Qur'an, hadits dan juga tafsir yang akhirnya menyimpulkan bahwa tidak pernah ada satupun dasar yang menjadi dalil tentang perkara tersebut.

Amalan Sunnah Nabi Di "Malam Jum'at" Yang Sesusai Dalil Shahih

Nah, Yang sangat jelas sekali ada riwayat dalil hadits shahih mengenai amalan-amanal sunnah Nabi di "Malam Jum'at" ialah Mendawamkan Surat "Al-Kahfi". Tapi Ada juga riwayat dalil hadits lain mengenai keutamaan membaca surat "Yasin" di "Malam Jum'at", akan tetapi dalil haditsnya dihukumi dhoif (Lemah) oleh A'lim Ulama yang semuanya ahli dalam ilmu hadits.

Dari sahabat Nabi "Sa’id al-Khudriy" dirinya berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwassallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ.

Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Mekkah)” (HR. Ad Darimi).

Disamping membaca dan mendawamkan ayat-ayat Surat dari Al-Kahfi hingga tamat, amalan sunnah Nabi di waktu Malam Jum'at" yang lainnya ialah Memperbanyak membaca Sholawat kepada Nabi kita Muhammad Rasulullah Shallallahu'alaihiwassallam. Sesuai kandungan hadist dibawah berikut yang artinya:

“Perbanyaklah shalawat untukku pada hari jum’at dan malam jum'at, karena barangsiapa yang bershalawat untukku dengan satu shalawat, niscaya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali” (HR.Baihaqi).

Hanya kedua amalan diataslah yang hujjah dalilnya sangat kuat jika bicara amalan-amalan yang sunnah dari Nabi di "Malam Jum'at" yakni membaca Al-Quran dari surat ayat-ayat Al-Kahfi serta merperbanyak baca sholawat Nabi namun sholawat yang juga dicontohkan Nabi lewat hadits shahih pula. Adapun yang Lainnya, sangat lemah alias dhoif, bahkan riwayatnya palsu (Maudhu'), atau yang lebih parahnya lagi sama sekali tidak memiliki sumber yang dapat percaya dari siapapun. Jadi intinya, kedua perihal itulah suatu Amalan Sunnah Nabi Di "Malam Jum'at" Yang Sesuai Dalil Shahih.

Dalam urusan beribadah kepada Allah Ta'ala kita semua tidaklah bisa kratif sendiri mengarang-ngarang atau mengikuti Ustadz tertentu yang memiliki pemahaman menyimpang, tapi wajib haruslah berkesesuaian dengan apa yang tercantum dalam Al-Quran plus Al-Hadits, termasuk juga apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihiwassallam beserta orang-orang terdekatnya yakni para sahabat. Jika melenceng, maka amalan tersebut ditolak dan malah jadi dosa mendahului wewenang Nabi. Islam amat mudah sekali tapi jangan pula dimudah-mudahkan sekehendak nafsu pribadi, kita sendirilah yang seringkali suka manjadikannya susah dan rumit dengan sangat berani dan lancang menambah-nambah suatu amalan yang tertentu bukan dari contoh Nabi.

Islam sudah sangat sempurna sepeninggalnya Nabi, sebagaimana juga telah ditegaskan dengan sangat jelas dalam Al-Qur'an, Allah Subhanawa Ta'ala:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا

“ … Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agama-mu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [QS.Al-Maa’idah:3].

Dan dalam Tafsir "Ibnu Katsir" pun diperjelas lagi sebagaimana beliau berkata:

"(Ayat) ini merupakan nikmat Allah Azza wa Jalla terbesar yang diberikan kepada umat ini (umat Islam), tatkala Allah menyempurnakan agama mereka. Sehingga, mereka tidak memerlukan agama lain dan tidak pula Nabi lain selain Nabi mereka, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla menjadikan beliau sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin. Sehingga, tidak ada yang halal kecuali yang beliau halalkan, tidak ada yang haram kecuali yang diharamkannya, dan tidak ada agama kecuali yang disyari’atkannya. Semua yang dikabarkannya adalah haq, benar, dan tidak ada kebohongan, serta tidak ada pertentangan sama sekali."

Jadi sahabatku, mulai hari ini detik ini mari kita hentikan segala macam amalan dan kepercayaan yang berhungunan dengan Hari dan Malam Jum'at yang tidak mempunyai sumber dan dalil yang shahih. Ingat, jika kita bersikukuh dan ngeyel terus membuat-buat amalan baru, maka itu artinya kita menyelisihi dalil ayat diatas. Karena Allah Ta'ala saja pun sudah dengan jelas menyatakan bahwa Islam sudah lengkap dan sempurna, sehingga tidak ada alasan lagi buat kita membuat dan menambah amalan yang jauh dari tuntunan Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu'alaihiwassallam. Wallahu a'lam Bishowab.

Baca juga: Lafadz Do'a Berbuka Puasa Romadhon Berdasarkan Hadits Shahih
Advertisement

0 Response to "Amalan Sunnah Nabi Di "Malam Jum'at" Yang Sesuai Dalil Shahih"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel